Sekolah Orang Tua Hebat Trimester Pertama Desa Leran
desaleran.gresikkab.go.id Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH) adalah program yang digagas oleh Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) untuk meningkatkan kemampuan orang tua dalam mengasuh anak, terutama anak balita. Pemerintah Desa Leran bekerja sama dengan kader BKB melakukan kegiatan SOTH secara bertahap dan tatap muka sebanyak 13 kali pertemuan. Kegiatan SOTH dilaksanakan di Balai Desa Leran dan dihadiri oleh orang tua yang memiliki balita. Peserta didik SOTH Desa Leran terdiri atas 25 orang.
Pertemuan Pertama
.jpg)
Dilaksanakan pada tanggal 21 Juli 2024. Materi yang diajarkan yaitu perencanaan hidup berkeluarga yang disampaikan oleh Ibu Noer Faridah.
- Setiap orang yang ingin hidup berkeluarga perlu memahami apa saja tahapan perencanaan hidup berkeluarga guna mewujudkan keluarga yang berkualitas yang ditentukan dengan menerapkan delapan fungsi keluarga untuk mendukung keberhasilan anak di masa depan.
- 8 Fungsi Keluarga; 1). Keagamaan, 2). Sosial budaya. 3). Cinta kasih. 4). Perlindungan. 5). Reproduksi. 6). Sosialisasi dan pendidikan. 7). Ekonomi. 8) Pembinaan lingkungan.
- Orangtua perlu memiliki harapan yang baik terhadap anak dan menggunakan harapan tersebut sebagai panduan dalam kegiatan pengasuhan sehari-hari.
- “Masa depan anak kita sangat ditentukan oleh perilaku pengasuhan kita dalam 1000 Hari Pertama Kehidupannya (1000 HPK), yaitu sejak di dalam kandungan hingga berusia 2 tahun”.
Pertemuan Kedua

Materi yang diajarkan yaitu memahami konsep diri yang positif dan pengasuhan. Pertemuan ini dilaksanakan pada tanggal 4 Agustus 2024 dan disampaikan oleh Ibu Noer Faridah dan Ibu Zakiyatul Fuadah.
.jpg)
Inti materi pada pertemuan ini yaitu sebagai orang tua kita harus memiliki konsep diri yang positif sehinga dapat menerapkan pengasuhan yang baik, penuh kasih sayang dan berkualitas. Dalam pengasuhan, ada sejumlah hal yang perlu diperhatikan untuk dapat menerapkan pengasuhan yang baik, yaitu;
- Sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan anak.
- Ayah dan ibu harus konsisten.
- Memberikan teladan positif.
- Menerapkan komunikasi yang baik dan memberikan pujian.
- Orangtua juga diharapkan mampu berpikir jauh ke depan bukan hanya pada apa yang terjadi saat ini.
- Melibatkan anak dalam berbagai aktifitas sesuai usia dan kematangan anak.
- Bersikap sabar, memberikan penjelasan bila anak bertanya.
- Berpikir realistis dan selalu menjaga kebersamaan.
- Ketika menghadapi masalah, orangtua sebaiknya berkomunikasi dengan anak, orangtua harus menampilkan sikap yang baik seperti:
- Bahasa tubuh yang sesuai.
- Memperhatikan sepenuhnya dengan meninggalkan pekerjaan yang sedang dilakukan.
- Melakukan kontak mata.
- Mendengarkan perasaan anak dan memperhatikan bahasa tubuh anak.
- Orangtua bisa mencari kata yang menggambarkan perasaan anak. Tidak langsung menghakimi anak, tapi membantu anak memahami perasaannya sendiri.
Pertemuan Ketiga
Pertemuan ini dilaksanakan pada tanggal 11 Agustus 2024. Materi disampaikan oleh Ibu Zakiyatul Fuadah dan Ibu Noer Faridah tentang peran orang tua dan keterlibatan ayah dalam pengasuhan.
- Peran ayah dan ibu dalam mengasuh anak boleh berbeda tapi tanggung jawab dalam mengasuh sama besarnya
- Pengasuhan anak bukan hanya menjadi tugas ibu tapi ayah juga perlu terlibat dalam mengasuh anak.
- Ayah yang ikut serta mengasuh bayi dan anaknya dapat membuat anak cerdas di sekolah dan mempunyai nilai-nilai akademis yang bagus.
- Sebaliknya, ayah yang tidak peduli dan tidak mau terlibat dapat menimbulkan masalah pada anak seperti kenakalan dan depresi di kemudian hari.
Kirim Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui Admin